Trending
Loading...
Wednesday, 7 September 2016

BERAPA LUAS LAHAN IDEAL MEMBANGUN RUMAH RSS ?




Hi..Sobat wikipedia property, didalam artikel ini saya ingin menjelaskan mengenai luas lahan ideal yang bisa kita kembangkan menjadi proyek perumahan bersubsidi, nah..ini dengan asumsi pendekatan dari faktor skala investasi dan kelayakan bisnis. Sobat wikipedia property tentu sudah diajarkan bahwa rata-rata karakter Mitra Pemilik Modal yang mudah dijumpai adalah yang mempunyai kesanggupan berinvestasinya di kisaran 500 juta sampai 1.5  milyar, dimana  potensi labanya adalah berkisar antara 60% dalam durasi 18 bulan.

Tentunya para sobat wikipedia property juga sudah pernah di jelaskan bagaimana cara jurus berburu lahan hotdeal bukan ? dimana disitu di ajarkan bahwa eksekusi lahan bukanlah membayar tunai melainkan harus membayar DP ringan (untuk DP ringan max 15% dari nilai kontrak) dan sisanya diangsur panjang.

Nah, berdasarkan simulasi dengan kebutuhan modal kerja 1,5 milyar dan umur proyek 24 bulan, maka diperoleh detail perhitungan sbb :


  1. Berapa kebutuhan modal kerja yang dibutuhkan ?
  2. Berapa bulan umur proyek ?
  3. Berapa laba yang menarik bagi Mitra Pemilik Modal ?
  4. Berapa potensi laba yang menjadi bagian kita selaku MPK ?
  5. Berapa prosentase laba yang diberikan kepada MPT ?
  6. Berapa target laba total untuk proyek yang sedang dikembangkan ?
Ok, sekarang pertanyaan diatas akan di ulas satu persatu :

Untuk modal kerja disini kita asumsikan sesuai dengan penjelasan diatas, dimana kebutuhan modal kerja yang dibutuhkan sebesar  Rp 1.5 Milyar, untuk schedule pekerjaan proyek / umur proyek  disini kita anggap 24 bulan ( 2 tahun ). Sehingga laba yang menarik bagi Mitra Pemilik Modal akan didapat sebesar  1.200.000.000, dengan demikian  potensi laba yang menjadi bagian kita selaku Mitra Pemilik Keahlian adalah sebesar   Rp 520.000.000 atau 3/7 dari bagian Mitra Pemilik Modal. Berapa prosentase laba yang diberikan kepada Mitra Pemilik Tanah ? 15% atau Rp 320.000.000 sehingga  target laba total untuk proyek yang sedang dikembangkan = Rp. 2.020.000.000,-

Jika target laba total adalah kisaran Rp 2 milyar, sedangkan berdasarkan pengalaman empiris saya selama ini laba rumah bersubsidi rata-rata adalah Rp 900 juta s/d 1,5 milyar per hektar, maka jika anda mau mengembangkan rumah FLPP, saya sarankan minimal seluas 2 ha, supaya antara effort tenaga dan modal kerja yang diinvestasikan cukup sebanding.

Jika lahan terlalu kecil, dengan margin laba rumah bersubsidi yang tipis, bisa-bisa kita sebagai Mitra Pemilik Keahlian cuma dapat 200 jutaan saja setelah bekerja keras selama 18 - 24 bulan. Waduhh..capek dehh.
Potensi laba bisa membesar jika harga perolehan lahannya dibawah Rp 150.000/m2, atau umur proyek anda bisa dipersingkat karena pemasaran yang super kilat. Jika anda mendapatkan lahan yang tak jauh dari kawasan industri, mungkin pemasaran rumah FLPP kita bisa cepat.

Luas lahan minimal 2 ha juga membuat kita lebih mudah menjalin kemitraan dengan BTN dalam hal penyaluran KPR subsidi ataupun KYG / KMK Konstruksi, mengingat potensi lending nya yang cukup menjanjikan. Jika lahan 2 ha diasumsikan sejumlah 140 unit rumah, artinya ada potensi penyaluran kredit FLPP senilai 15,4 milyar. Itu sangat menarik buat BTN untuk bermitra dengan anda.

Belum lagi jika kita juga mengajukan KMK (kredit modal kerja) konstruksi senilai Rp 3 - 5 milyar, sudah pasti proyek kita akan didukung penuh oleh BTN. Semoga artikel singkat ini cukup membantu anda untuk memahaminya.

0 comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.

Copyright © 2012 Dunia Workshop Property All Right Reserved
Designed by Odd Themes
Back To Top