Trending
Loading...
Wednesday, 9 November 2016

Retaining Wall

Retaining wall  merupakan sebuah keharusan untuk wajib dilakukan adalah pembongkaran gedung miring tersebut. pembangunan sebuah gedung bertingkat banyak dengan jumlah basement lebih dari dua lapis. Tanpa ada nya retaining wall, pelaksanaan nya niscaya akan menghadapi berbagai kesulitan. Kondisi tanah yang dalam keadaan tidak ada beban bangunan di sekitarnya saja sudah labil, apalagi di sekitarnya sudah ada banyak gedung tinggi. Bila ada bangunan disekitar areal, pemasangan retaining woll menjadi solusinya. Munculnya galian tanah basement akan membuat perubahan struktur tanah di sekitarnya. Resiko yang paling awal adalah runtuhnya tanah di sekitar lokasi galian sehingga akan ada pergerakan gedung di sebelahnya. Bahayanya adalah, gedung akan bergeser atau bahkan bisa miring ke arah lubang galian. Pergerakan gedung di sekitar lokasi galian biasanya terlihat dari adanya retakan tanah di sekitar gedung (terutama yang paling dekat dengan lokasi galian). Selanjutnya akan dikuti dengan miringnya gedung tersebut. Bila sudah seperti ini, terjadilah evakuasi seluruh penghuni bangunan. Penanganan utama yang Kejadian seperti itu tentulah tidak dikehendaki oleh para perencana struktur bangunan.
Untuk mengantisipasi faktor tersebut dan demi kelancaran pekerjaanproyek maka dibuatlah dinding penahan tanah atau retaining wall.

Ada dua jenis dinding penahan tanah, yaitu
  1. Retaining wall pile beruntun
  2. Dinding diafragma.

Pada bab ini akan dibahas tentang retoining wall pile beruntun, sedangkan dinding diafragma akan dibahas pada bab tersendiri..

0 comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.

Copyright © 2012 Dunia Workshop Property All Right Reserved
Designed by Odd Themes
Back To Top