Property Tanpa Modal
Beli Property Tanpa Uang Sama SekaliSekali lagi bahwa properti itu unik. Satu lokasi dengan lokasi lainnya memiliki perbedaan. Boleh dikatakan bahwa properti sudah terdiferensiasi. Bisa kita lihat berapa harga jual tipe 36 di perumahan A dan dibandingkan dengan tipe yang sama di perumahan B. Itu dari harga, belum dari diskon, dari spesikasi bangunan, dari fasilitas rumah maupun fasilitas umum kawasan.
Berbeda pula dengan harga jual mobil yang sudah terstandarisasi. Harganya relatif sama untuk penjualan di Jakarta jika dibandingkan dengan Bandung, Cirebon, Surabaya dll. Pun jika terjadi selisih harga, anggap saja itu adalah beban pengangkutan.
Di sinilah letak kunci dari membeli rumah tanpa uang muka. Apalagi developer kadang memberikan diskon bervariasi. Celah diskon ini dapat kita manfaatkan sebagai uang muka.
Setidaknya ada 5 cara untuk membeli rumah tanpa uang muka.
Pertama, developer / penjual memang menjual propertinya tanpa uang muka dan kredit langsung ke developer. Sering kita lihat iklan gede-gedean 48X cicilan, tanpa uang muka, cicilan pertama langsung huni.
Kedua, developer / penjual telah bekerjasama dengan pihak perbankan untuk penjualan properti tanpa uang muka. Sekilas tampak tidak terjadi apapun kecuali menguntungkan konsumen. Di balik kerjasama ini adalah developer / penjual telah memiliki tabungan yang ditahan sebesar uang muka konsumen. Jadi sebenarnya tetap saja ada uang muka, namun ditanggung oleh developer sampai rumah selesai serah terima.
Ketiga, memanfaatkan celah diskon. Perang diskon antar developer dapat kita manfaatkan sebagai uang muka. Caranya juga mudah. Seolah-olah diskon yang diberikan adalah uang muka yang telah anda bayarkan. Tentu saja anda musti ber”koordinasi” dengan developer / penjual sebelum melakukan transaksi.
Contoh perhitungannya seperti ini. Misal sebuah rumah tipe 36 seharga 100juta. Diskon 10%. Maka harga sebenarnya adalah 90juta bukan? Maka dalam pengajuan KPR ke Bank, akui saja bahwa harga rumah tipe 36 MEMANG 100juta. Seolah-olah anda telah membayar 10 juta uang muka, sehingga KPR anda adalah sebesar 90 juta.
Keempat, mark up harga. Mengingat properti itu memang sudah masing-masing memiliki perbedaan, maka harga juga akan sangat bervariasi. Bahkan dalam satu kawasan saja, harga satu tipe yang sama bisa berbeda. Nah, celah ini dapat kita manfaatkan dengan menaikkan harga sedikit lebih tinggi sesuai dengan nilai uang muka. Masih sama dengan cara ketiga, anda tetap harus ber”koordinasi” dengan developer / penjual sebelum melakukan transaksi.
Contoh perhitungannya seperti ini. Misal harga tipe 36 adalah 90juta. Maka anda perlu memark-up sampai dengan 100juta (kalikan harga sebesarnya dengan faktor 1,1111 apabila uang muka yang dipersyaratkan oleh bank adalah 10%). Seolah-olah anda telah membayar 10 juta untuk mendapatkan KPR sebesar 90juta yang notabene sama dengan harga rumah.
Kelima, deposito sebagai agunan tambahan. Baca kembali cara kedua dimana developer mempunyai tabungan yang ditahan sebagai uang muka. Nah, ini adalah kebalikan dari cara kedua dimana tabungan yang ditahan adalah anda yang sediakan. Biasanya berupa deposito.
Potensi kegagalan
Membeli rumah tanpa yang muka bukannya akan 100% disetujui. Potensi gagal atau tidak mencapai 100% biasanya dikarenakan;
Pertama, kemampuan membayar kembali pembeli kurang dari yang disyaratkan.
Kedua, karena kita melakukan mark up baik mark up harga atau bermain diskon, maka nilai riil melebihi nilai pasar. Appraisal dari Bank bisa jadi menilai agunan anda kurang dari yang disyaratkan.
Ketiga, agak susah dilaksanakan untuk kavling siap bangun dimana developer / penjual tidak memiliki kerjasama KPR inden. Mengapa? Karena developer sebenarnya membutuhkan uang muka untuk membangun rumah anda. Jika anda membeli tanpa uang muka dan developer tidak memiliki skema kpr inden, uang dari mana untuk membangun?
Keempat, jika nama anda sudah menjadi bagian dari Daftar Hitam Bank Indonesia, mau uang muka 90%-pun, belum tentu Bank akan memberikan KPR kepada anda. Semoga anda jangan sampai masuk dalam daftar hitam itu. Amin.
Hayo, siapa berani mencoba ?
Inilah titik permasalahannya..’belum apa-apa sudah ditolak bank…. Padahal kalo saya itung2 itu bisa meringankan beban dan menguntungkan semua pihak dan tdk ada yg dirugikan. Misalnya nih, saat ini gaji saya 5jt, buat cicilan koperasi yg sifatnya urgent ada 4jt an.. trus potongan jam kerja 500rb krn sering dtg telat ngurusin bisnis dl. jd bersih 500rb. Kalo saya dapat pinjaman dr bank dg cara KPR dan ada cashback 50jt sj untuk menutup hutang tsb… maka cicilan saya anggap aja 2jt… sehingga gaji bersih saya mjd 3jt… asikkhan??? dapet rumah, beban ringan.. Tapi itu ide tinggal ide.. sampai skrg sdh 1thn blm berhasil
Adakah yg bisa bantu????
Bank itu melihat HISTORY DATA atau CASH FLOW past performance. Sedangkan yang coba diinginkan Mbak AM adalah FUTURE CASH FLOW alias CASHFLOW yang belum terjadi. Ini tidak MACTH. Kl dari data, 5jt dipotong cicilan koperasi 4jt. artinya power to pay-nya Cuma 1jt. 1juta dapatnya rumah sederhana bersubsidi. Kl mau di lokasi saya, saya punya banyak stok mbak. Artinya bukan dapat cashback 50jt, tapi dapat rumah seharga 50jt.
Trus bagaimana jika ingin cashback 50jt? Cashback 50jt itu bisa dimungkinkan jika harga properti lebih dari 300jt. dengan asumsi tanpa uang muka, pajak2 dan biaya2 terbayarkan dari kpr. Which is mean bahwa rumah yang akan anda beli, lebih mahal 50% dari seharusnya. bahkan mungkin lebih.
Contoh harga Asli 300jt. Mark up harga 50%, menjadi 450jt.
Harga = 450jt
UM 20% = 90jt
KPR = 360jt
dipotong dengan
pajak2 5% = 25jt
biaya 7% = 35jt….
Bersih 300jt…. eh belum dapet tuh 50jt cashbacknya… Ini baru pake jurus TANPA UANG
Bila harga asli 300jt. Markup 100%. menjadi 600jt
Harga = 600jt
UM 20% = 120jt
KPR = 480jt
dipotong dgn
pajak 5% = 30jt
biaya 7% = 42jt
Bersih = 400jtan. dengan harga asli 300jt, anda bisa dapat 100jt cash back, ini namanya jurus BELI PROPERTI TANPA UANG MALAH DAPAT UANG.
Itupun dengan catatan appraisal bank memang senilai 600jt. Yang jadi masalah, mampukah mencicil hutang KPR 480jt dengan gaji 5jt? Jelas tidak. WELL, kl memang sulit, trus bagaimana caranya???
Mengapa tidak mencoba mempraktekkan jurus BROKERAGE. Misal Anda mencoba membeli rumah seharga 300jt. Tapi secara angsuran anda tidak mampu. Bagaimana jika 300jt itu anda carikan membeli. Anda bisa dapat komisi 2,5%. Berapa tuh? 7,5jt. Lumayan dah bisa nutupin hutang koperasi. Kl Anda ketemu 10 rumah dan bisa sold out itu artinya 75jt. WOW! SUPERB!
Alih2 beli properti pake KPR, malah jadi BROKER dan bisa beli properti CASH KERAS! Beliin aja di Padi Village, Cempaka Village atau Permata village atau Green Cangkring. Dah dapet rumah tuh seharga 75jt. bahkan lebih murah lagi. Ini namanya Jurus Beli Properti Tanpa Uang dengan Bisnis Properti. Gaji anda UTUH! WOW!
Sudahkah Anda memiliki properti minimal sejumlah anak Anda, tanpa mengandalkan orang tua, mertua, atau utang? Kalau belum, coba tes diri Anda. Kalau jumlah anak anda dua, berapa seharusnya jumlah minimal properti Anda? Mestinya tiga unit. Nah, jika jumlah anak Anda tiga, Anda seharusnya punya empat unit. Sudahkah Anda seperti demikian?
Banyak orang yang tidak sadar bahwa hidupnya sebenarnya sudah game over, karena usianya 40 tahun dan 50 tahun rumahnya cuma satu atau usia 60 tahun rumahnya cuma dua. Padahal, jika memiliki dua anak, minimal memiliki tiga rumah. Sudah 10 tahun bekerja, namun tidak bisa membeli 10 properti. Jangankan beli 10, beli 3 saja tidak mampu. Jangankan beli tiga, beli jadi beli satu rumah saja belum lunas.
Seringkali orang masuk dalam lingkaran asap utang yang menyesakkan hidup. Banyak orang belum membeli properti untuk anak-anaknya, namun malah bergaya memperbanyak ponselnya. Punya 10 ponsel, namun tidak memiliki rumah untuk anak kedua. Jangankan untuk anak kedua, rumah untuk diri sendiri pun belum lunas. Kita mau banyak rumah banyak utang atau banyak rumah TANPA utang?
Seharusnya, Anda makin tua tambah berwibawa, karena telah menyiapkan properti untuk anak-anak. Namun, banyak orang, tambah tua malah tambah berhutang, atau tambah tua malah tambah bergantung pada mertua, atau tambah tua malah tambah malu sama anak, karena belum membelikan rumah untuk anak-anaknya.
Dalam seminar yang diadakan oleh kami (waktu dan tempat dapat dilihat pada bagian Events di sebelah kiri halaman), anda akan diajarkan:
Bagaimana di Usia Muda bisa punya Banyak Property, minimal Sejumlah Anak Kita & setiap kali beli rumah Tidak Keluar Uang Malah Dapat Uang
Bagaimana Tambah Tua Tambah Berwibawa, karena sudah menyiapkan rumah untuk anak-anak & Bukan Tambah Tua Tambah Hutang
Sudah Berapa Tahun Anda Bekerja? Sudah Bisa Menghasilkan Berapa Property?
Jangan Membayar Property Anda Dari Hasil Bisnis Sendiri, ataupun dari Hutang
Selain strategi diatas, anda juga akan belajar 28 rahasia Membeli Banyak Property Tanpa Uang, Beberapa RAHASIA diantaranya sebagai Berikut:
Rahasia Membeli Banyak Property TANPA UANG & TANPA KPR
Jangan Membeli Rumah Dengan MENGGORENG REKENING & MENUMPUK UTANG, Apalagi Harus "Urunan" Hanya Untuk Menjadi Developer
Rahasia Bagi Yang Terlanjur Utang Agar Segera Lunas
Peternakan Property Tanpa Peternakan UTANG
Menyelesaikan KPR Yang BERMASALAH
Memperbaiki nilai rumah TANPA Memperbaiki Fisik Bangunan
Property Kontan 2x, BUKAN UTANG 2x
Membeli FRANCHISE & MOBIL Tanpa Uang
JANGAN Belajar Mengajukan KREDIT Yang Pasti Cair, Tapi BELAJARLAH Tanpa Utang
Rahasia Membeli Property Tidak Keluar Uang, Malah Dapat Uang TANPA Utang
Rahasia Memiliki Rumah Minimal Sejumlah Anak Kita + Rumah Extra Untuk Passive Income
Rahasia Mendobrak Hidup dan Tidak Jatuh Dalam "Lingkaran Asap" Dalam Membeli Rumah
Rahasia Di Usia Muda Bisa Memiliki Banyak Property
Belajarlah dari yang terbaik. Seleksi dulu pembicara yang akan anda ikuti apakah lulus dengan pertanyaan ini :
Apakah pembicara sudah pernah membeli/mencaplok property di Singapore tanpa utang ?
Apakah pembicara sudah pernah memberikan rumah-rumah gratis bagi yang membutuhkan? Kalau betul jago caplok, maka tidak takut beri rumah gratis.
Apakah pembicara sudah bisa membeli kondominium kelas dunia seperti St. Moritz? Dan bukan sekedar punya property kelas kontrakan/kos-kosan saja atau cuma pemilik bubur yang mengontrak rumah tapi berlagak mengajar property. Awas orang buta menuntun orang buta!
Apakah pembicara sudah pernah membeli apartment bergengsi hampir 1 tower?
Apakah sudah membeli dan memiliki property dari 5 developer property terbaik dan terbesar di indonesia : Lippo Group, Sinar Mas Group, Pakuwon Group, Ciputra Group dan Agung Podomoro Group?
Apakah bukunya diterbitkan langsung oleh Gramedia dan benar menjadi national bestseller level Gramedia atau cuma peniru yang bukunya malah ditolak penerbitannya oleh gramedia?operty
Apakah pembicara membodohi mengatakan pulang seminar langsung dapat sertifikat rumah tanpa menyadari proses balik nama notaris saja perlu waktu?
Berapa jumah strategi yg dimiliki, apakah mencapai 52 strategi?
Berapa jumlah murid berhasil yg sudah dilahirkan, apakah dihadirkan secara live utk sharing ?
Apakah mengajar tulus atau hanya menjadikan anda sebagai broker/pembeli project property si pembicara?
Apakah pembicara sudah pernah berpengalaman mengunci resiko secara kompleks dan dalam di level Korporasi, grup perusahaan Public Listed, sebagai Group Finance Director?
Apa kata mereka?
Bp. Andreas (Investor Property) salah satu peserta dr Semarang. Membeli lebih dari 50 unit property Tanpa Uang dan Tanpa KPR dalam waktu kurang dari satu tahun, senilai lebih dari Rp 10 Milyar.
Ibu Komariah (Ibu Rumah Tangga) salah satu peserta dr Palembang. Membeli 2 unit ruko di Palembang Tanpa Uang & Tanpa KPR.
Bp. Eko (Karyawan) Salah satu peserta dari Jakarta. Berhasil caplok property Tanpa Uang & Tanpa KPR lebih dari 8x dalam jangka waktu kurang dari satu tahun. Kelebihan uang dari property yang dicaplok oleh Pak Eko dipakai untuk naik umroh.
Bp. Solikhin (Wiraswasta) Membeli 3 unit rumah Tanpa Uang & Tanpa KPR, menjadi developer dengen 42 unit ruko Tanpa Uang dan Tanpa KPR, serta membeli mobil Tanpa Uang. Sisa kelebihan uang dari property yang beliau caplok dipakai untuk naik umroh sekeluarga ketika lebaran.. SERUUU!!
Bp. Heri (Wirausaha) Salah satu peserta dari Jakarta. Membeli rumah senilai Rp. 500 Juta di Tangerang Tanpa Uang & Tanpa KPR.
Bp. Wijaya (Direktur) Membeli ruko senilai Rp. 2,5 Milyar di Semarang, Tanpa Uang & Tanpa KPR.
Bp. Nugraha (Eksportir) Salah satu peserta dari Jogja. Setelah mengikuti seminar ini, sekarang beliau terbebas dari KPR yang menumpuk dan membeli 7 unit property dalam waktu kurang dari 6 bulan, Tanpa Uang & Tanpa KPR. Hasil pencaplokan property nya dipakai untuk naik umroh bulan april 2011.
Victor, Anak Muda 27 Tahun, berhasil membeli rumah, mobil 60 unit, dan saat ini membangun Condotel di Jakarta & Villa Supermewah di Bali USD$ 6juta, Tanpa Uang dan Tanpa Hutang

0 comments:
Post a Comment
Note: only a member of this blog may post a comment.